Penyebar Video Porno Ariel Sudah Bebas Dari Bui


Reza Rizaldy alias Redjoy, terpidana penyebar video porno Ariel ternyata sudah menghirup udara bebas. Mantan editor musik Peterpan itu sudah keluar dari Rutan Kebon Waru, Bandung, beberapa waktu lalu. 

Dalam pembacaan putusan pada 31 Januari 2011, Redjoy divonis dua tahun penjara. Dia terbukti secara sah dan meyakinkan ikut menyebarkan video porno Ariel yang melibatkan Luna Maya dan Cut Tari.

"Redjoy kabarnya baik. Dia sudah di luar (penjara)," kata pengacara yang pernah membela Redjoy, Yulius Setiarto saat berbincang dengan .Okezone (Sumber)

Namun, Yulius mengaku lupa kapan tepatnya Redjoy bebas dari penjara. Karena itulah, dia masih belum bicara banyak seputar bebasnya Redjoy.

"Aku lupa kapan tepatnya. Tapi sudah beberapa bulan yang lalu lah. Sudah lumayan lama makanya aku agak lupa. Nanti mungkin aku lihat dulu dokumennya biar ngomongnya juga enak," jelasnya.

Pemberitaan Redjoy memang 'kalah mentereng' ketimbang pemberitaan tentang Ariel. Tak heran, bebasnya Redjoy hampir luput dari pemberitaan media massa. Padahal, peran Redjoy sangat vital dalam kasus tersebarnya video porno yang menghebohkan jagad hiburan tanah air beberapa tahun lalu.

Meski mengaku tak sengaja, dari tangan Redjoy lah pertama kali video porno Ariel berpindah tangan. Saat itu, Redjoy hendak meng-copy lagu terbaru Peterpan yang berada di hard disk eksternal Ariel ke komputer di rumahnya. Tak mau repot, Redjoy meng-copy seluruh isi folder yang ada di hard disk itu.

Namun, Redjoy tak tahu folder itu ternyata berisi Video pribadi milik Ariel. Dari komputer yang ada di rumah Redjoy, video itu jatuh ke tangan mahasiswa Unpad yang mulai menyatukan potongan-potongan video kemudian diunggah ke dunia maya.

Jika Redjoy sudah menghirup udara bebas, Ariel yang divonis 3,5 tahun baru akan menghirup bebas pada bulan Juli 2012. Saat ini, Ariel sedang menjalani proses asimilasi.






Kos-kosan berukuran 2x2 meter di bilangan kampung padat penduduk di wilayah Klender, Jakarta Timur itu ditinggali Turdi (66), yang pernah menjadi juru masak keluarga Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama saat masih tinggal di Indonesia. Di depan kos-kosan dekat bantaran sungai di antara gang-gang sempit Turdi menceritakan penggalan bab hidupnya yang sempat bersentuhan dengan orang nomor 1 di negara adidaya itu.

Turdi merupakan mantan juru masak keluarga Obama saat tinggal di Indonesia. Ia mengaku bekerja pada keluarga Obama dari tahun 1970 hingga 1972. Menurut Turdi, Obama kecil, yang akrab dipanggilnya Barry, selalu menyukai masakannya. Terlebih saat dia memasak sate dan sop buntut.

"Dia selalu suka masakan saya. Apalagi kalau saya masak sop buntut," tutur Turdi mengenang Obama kecil.

Selain memasak untuk keluarga, Turdi juga bertugas menjemput Obama kecil pulang dari sekolah setelah pelajaran tambahan. Tak cuma itu, Turdy bahkan pernah 'memerintah' Presiden AS kecil itu.

"Kadang-kadang saya menjemput kalau Obama telat pulang karena ada pelajaran tambahan di sekolah. Saya jemput pakai sepeda yang ada di rumah atau menyewa becak. Saya juga kadang mengingatkan mandi, 'Barry kamu mandi dulu'," kata Turdy.

Mengenakan kaos merah dan celana jeans tiga perempat, Turdi melayani wawancara detikcom di depan rumah kosan yang ia tinggali bersama beberapa waria lain. Di wilayah padat penduduk itu, ia akrab disapa dengan panggilan Mbak Evie.

"Saya kan waria ya. Jadi dalam hati, saya merasa sebagai wanita," kata Turdi di depan kos-kosannya.

Kehidupan Turdi berubah setelah dia tidak lagi bekerja pada keluarga Obama. Setelah itu, ia terjerumus pada pergaulan bebas dan masuk dalam dunia prostitusi.

"Saya dapat laki-laki dan uang. Pokoknya kebutuhan saya terpenuhi saat itu," kenangnya.

Namun, kehidupan jalanan yang dijalaninya saat itu tidak semudah yang ia bayangkan. Ia sering dikejar dan ditangkap oleh petugas keamanan kota pada masa itu.

Ia pernah ditangkap dan digunduli oleh anggota Kodim. Padahal, saat itu rambutnya bagus dan panjang.

"Dulu rambut saya sampai di bawah pinggang," jelasnya.

Ia memutuskan keluar dari dunia prostitusi setelah menemukan dua orang temannya mengambang di sungai setelah sebelumnya lari dari kejaran petugas yang sedang melakukan razia. Saat itu, ia memutuskan untuk menata ulang hidupnya dan berhenti sebagai seorang pekerja seks.

"Saat itu saya pikir, kehidupan yang saya jalani selama ini nol besar. Nggak ada artinya saya jadi pelacur," tutur Turdi.

Saat ini Turdi menjalani masa tuanya di rumah kos bersama beberapa waria lain. Ia bekerja serabutan, mengandalkan tetangga yang butuh bantuan. Ia cukup sering menerima permintaan mencuci pakaian kotor tetangganya. Namun, sejak banyaknya jasa laundry kiloan, ia sudah jarang mendapat order cucian lagi.
Seperti yang telah di lansir oleh silet,ternyata Turdy Telah menemukan jatidirinya yang sesungguhnya.ia telah kembali ke qodratnya menjadi lelaki……..

Wal Asri Turdy,ternyata mata,telinga,hatimu masih terbuka  sehingga kau masih mau mendengar mana yang baik dan mana yang buruk di dunia ni.
Selamat Turdy……….Atas keberhasilanmu menemukan kebenaran jalan hidup ni dan yang lainnya kapan kalian menyusul langkah temanmu????????

What's on Your Mind...

Powered by Blogger.